Pertimbangan Memilih Asuransi Cashless yang Makin Populer Digunakan

Pertimbangan Memilih Asuransi Cashless yang Makin Populer Digunakan

Di era sekarang ini, kebanyakan transaksi sudah dilakukan melalui non-tunai atau lebih dikenal dengan cashless. Ya, selain mempermudah masyarakat, transaksi cashless ini lebih cepat, praktis, dan pastinya aman. Belum lagi, popularitasnya kini sesuai dengan yang dikampanyekan oleh Bank Indonesia.

Bagi sebagian orang, pasti sudah tidak asing lagi dengan transaksi non-tunai. Namun, bagi sebagian yang lain, masih menganggap operasi ini rawan penipuan dan berbahaya. Nah, dimanakah posisi kamu?

Di Indonesia sendiri saat ini popularitas transaksi cashless belum begitu bagus. Namun, setidaknya, progress minat masyarakat akan non-tunai ini makin meningkat tiap tahunnya. Ditambah lagi, adanya perkembangan industri keuangan dan perangkat digital sudah kian canggih. Jadi, tidak ada alasan untuk mengabaikannya.

Nah, bicara soal cashless, ada salah satu transaksi yang bisa diproses non-tunai dan sangat diperlukan untuk kehidupan mendatang yaitu asuransi. Seperti apakah sistem asuransi dengan sistem cashless ini?

Tidak Perlu Menyediakan Dana Talangan

Sebelumnya, ketahuilah dulu bahwa sistem asuransi terutama kesehatan di Indonesia ini terdapat dua macam yaitu reimbursement dan cashless. Ditinjau dari segi kepraktisan, tentu asuransi kesehatan cashless ini lebih baik dan menguntungkan nasabah. Salah satu alasannya yaitu tidak perlu menyediakan dana talangan.

Berbeda dengan reimbursement atau pengembalian dana, kamu harus menyiapkan dan mengeluarkan dana dulu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan untuk penggantian biayanya, kamu harus mengisi formulir dan berkas klaim.

Sedangkan asuransi cashless, kamu hanya perlu menunjukkan kartu asuransi pada bagian administrasi, maka pihak rumah sakit segera memprosesnya. Jadi, biaya akan langsung ditanggung oleh perusahaan asuransi. Lebih menguntungkan bukan?

Berguna Saat Kondisi Darurat

Coba saja kamu bayangkan ketika kondisi tubuh sedang sakit dan membutuhkan penanganan secepatnya. Kala itu, kamu akan diminta untuk membayar dengan jumlah yang besar sedangkan akses ATM sangat sulit dijangkau. Belum lagi, saldo ATM yang menipis bahkan tidak mencukupi.

Nah, adanya sistem asuransi cashless pasti lebih menguntungkan ketimbang reimbursement.Kamu tidak perlu membayar uang muka maupun jaminan. Disisi lain, layanan kesehatan yang pantas sudah bisa kamu dapatkan.

Proses Lebih Mudah dan Cepat

Sistem asuransi reimbursement mengharuskan kamu untuk mengisi kelengkapan dokumen supaya perusahaan bisa mengganti biaya yang dikeluarkan. Dokumen tersebut diantaranya yaitu nota pembayaran, formulir klaim, rincian biaya, hasil medis, resep, dan identitas diri.

Yang lebih mengecewakan, pembayaran klaim harus ditunggu selama beberapa hari setelah dokumen yang diperlukan lengkap. Belum lagi, ada perusahaan asuransi yang perlu melakukan verifikasi data sebelum mencairkan dana. Ribet bukan?

Nah, dengan mengikuti asuransi kesehatan cashless, kamu tak perlu lagi melakukan hal-hal tak penting dan merepotkan tersebut. Tinggal menggesek kartu asuransi pada awal pendaftaran dan transaksi, kamu bisa langsung mendapatkan pelayanan rumah sakit.

Dari ulasan di atas menunjukkan betapa penting dan memudahkannya sistem asuransi cashless. Pasti, banyak diantara kalian yang tertarik untuk memilikinya. Jika iya, pastikan untuk mengetahui hal berikut ini sebelum bergabung asuransi kesehatan cashless ya.

Klinik atau Rumah Sakit Rekanan Asuransi Kesehatan Cashless

Percuma saja memiliki asuransi kesehatan cashless, tapi tidak memiliki rekanan klinik maupun rumah sakit.  Nah, untuk menghindari klaim asuransi yang ditolak, usahakan untuk memiliki asuransi kesehatan dengan rekanan rumah sakit yang banyak di seluruh wilayah Indonesia. Ini akan memudahkanmu untuk mendapatkan layanan kesehatan yang diperlukan.

Pelajari Polis dan Plafon Asuransi Kesehatan

Masalah polis ini terkait dengan perjanjian antara perusahaan asuransi dengan penerima. Supaya kamu tidak kaget atau kecewa dengan pelayanan yang didapatkan, usahakan untuk memahami polis dengan baik. Perhatikan pengecualian yang tertera apakah memberatkan atau tidak. Soal pengecualian ini bisa permanen atau sementara.

Selain polis, plafon juga harus dipertimbangkan dengan baik. Plafon adalah batas maksimal biaya yang ditanggung oleh asuransi. Jadi, ketika ada biaya sisa, harus kamu lunasi sendiri.

Dokumen Pendukung

Ya, asuransi cashless memang transaksi non tunai dan memudahkan nasabah. Namun, tetap saja kamu harus mempersiapkan dokumen yang diperlukan. Diantaranya, KTP, kartu keluarga, buku pemeriksaan, atau hasil lab.

Begitu menariknya fasilitas dari program asuransi cashless di atas. Inilah yang membuat asuransi ini kini semakin populer dan diminati oleh masyarakat. Bagaimana denganmu?

Leave a Reply