Review Mafia II

Mafia II adalah game yang dirilis tahun 2010, yang dikembangkan oleh 2k czech dan diterbitkan oleh 2k games. Game ini sendiri menjadi sekuel dari Mafia, yang dirilis 2002 yang lalu. Ya, setelah 8 tahun penantian, akhirnya sekuelnya dirilis. Lalu apakah 8 tahun penantian (jeda) tersebut, terpuaskan dengan sekuelnya ini ? Mari simak ulasannya di bawah ini..

Storyline

Cerita berawal dari pindahnya sang karakter utama — Vito Scalleta ketika masih kecil, ke sebuah kota bernama Empire Bay. Vito bersama keluarganya pun menjalani hidupnya di kota tersebut. Singkat cerita, Vito yang sudah meranjak menjadi seorang remaja, sedang merampok sebuah toko bersama sahabatnya — Joe Barbaro, namun kejahatan tersebut tidak berjalan mulus, dan hasilnya membuat Vito tertangkap oleh polisi.

Vito

Foto Vito saat menjadi seorang tentara karna “terpaksa”..

Dihadapi dengan dua pilihan, penjara atau jadi tentara, tentu Vito memilih menjadi tentara. Saat itu sendiri perang dunia ke-2 masih berlangsung, sehingga dia pun ikut turun berperang. Namun suatu ketika, setelah beberapa tahun kemudian, Vito cerdera dan dia diizinkan untuk pulang ke kampung halamannya. Seharusnya sih dia kembali lagi menjadi tentara, setelah cerderanya hilang, karna dia masih ber-status sebagai tentara. Tapi Joe Barbaro — sahabat lamanya, berhasil membuat status tentara nya hilang, tentunya dengan cara yang “kotor”.

Setelah Vito pulang kerumahnya, ke Ibu dan Adiknya, dia harus menghadapi kenyataan yang pahit, yaitu ayahnya yang meninggal, serta ayahnya juga meninggalkan warisan hutang yang cukup besar. Sehingga dia harus ber-urusan dengan rentenir – rentenir yang akan selalu menerornya. Tak punya pekerjaan, terpaksa membuat Vito masuk lagi ke dunia kelam, mencari uang untuk membayar hutangnya. Dia pun kembali kepada sahabat lamanya — Joe, yang saat itu sudah berpengalaman mendapatkan uang dengan cara “kotor”.

Vito dan Joe

Pertemuan pertama Vito dan Joe setelah bertahun – tahun terpisahkan..

Mobil

Mencuri mobil adalah aksi pertama Vito dan Joe setelah bertahun – tahun terpisahkan. Setelah mencuri, kamu harus mengganti plat nomornya agar tak terlacak..

Beberapa waktu kemudian, Vito bisa dibilang “sukses” dalam melakukan beberapa kejahatan, dan membuatnya bisa melunasi hutang dan hidup lebih dari berkecukupan. Namun suatu ketika, dia kembali ditangkap polisi lagi, dan kali ini didakwa 10 tahun penjara. Tapi, masuk ke penjara, ternyata Vito mendapatkan banyak  manfaat didalamnya.

Dipenjara tersebut Vito mendapatkan seorang teman yang berguna untuknya. Temannya yang bernama Leo ini mengajari Vito ilmu bela diri, serta membagikan pengalamannya di dunia kelam, ketika bersama kelompok Mafia. Karna bantuan Leo ini juga, Vito berhasil keluar penjara hanya dalam 5 tahun.

Vito

Kali kedua Vito ditangkap oleh polisi, dan kali ini dia benar – benar di penjara..

Vito dan beberapa MAHO

HATI HATI! Ada maho di penjara..

5 tahun mendekam dipenjara, banyak yang terjadi diluar sana. Seperti Ibu Vito yang meninggal, Adiknya yang kini sudah menikah, serta perubahan kota Empire Bay yang cukup signifikan. Suasana di Empire Bay benar – benar berbeda, menjadi sedikit lebih modern saat itu.

Seakan tak kapok, setelah keluar penjara, Vito kembali kepada Joe, tentu untuk melakukan kejahatan lagi. Tapi kali ini tak hanya Vito dan Joe saja, seseorang yang bernama Henry juga akan terlibat didalamnya.

Singkat cerita, Vito, Joe, dan Henry sukses, sehingga membuat ketiga orang tersebut menjadi orang yang lebih dari berkecukupan. Vito pun waktu itu jadi bisa membeli sebuah Villa mewah di kawasan Elite. Tapi tiba – tiba ada suatu masalah yang muncul secara berturut – turut, alhasil mulai dari situlah, masalah – masalah yang begitu kompleks menimpanya. Sekaligus membuat Henry mati digebuki sekelompok orang.

Vito, Joe, dan Henry

Mereka Vito, Joe, dan Henry sempat sukses, namun tak lama setelah itu, masalah muncul… Kematian Henry pun terjadi..

Overall, soal ceritanya ini menarik sekali. Selain menceritakan tentang kejahatan – kejahatan yang dilakukan oleh Mafia, disini juga menghadirkan cerita, tentang konflik yang muncul antar kelompok Mafia yang dikemas dengan apik. Cerita tentang hubungan antara karakter yang terjalin erat disini juga ditonjolkan dengan menarik. Seperti Joe, yang walaupun dia terlihat nakal, tapi dia tetap mempunyai tingkat solidaritas yang tinggi, apalagi ketika temannya mati dia pasti langsung mengejar dan membalaskan dendam pembunuh temannya tersebut, tanpa berpikir panjang.

Vito dan Joe

Masalah – masalah terus terjadi..

Vito dan Joe

Apakah Joe akan menembak Vito ?

Tapi sayang beribu sayang, cerita yang cukup menarik dari awal hingga menuju akhir, di endingnya sama sekali tak menarik. Tanpa epilog yang menjelaskan keadaan selanjutnya, para pemain akan dibuat penasaran olehnya. Menggantung tanpa kepastian, seperti menunggu jawaban dari seorang gebetan..

By the way, di game ini hanya mengambil setting tahun 1945 dan 1951, bukan 1945 sampai 1951. Yang dimana 1945 adalah sebelum Vito masuk penjara, 1951 setelah Vito masuk penjara. Jadi ketika kamu keluar penjara, kamu akan merasakan perbedaan yang signifikan dengan kota Empire Bay.

Gameplay

Walaupun ini adalah game open-world yang membebaskan kamu bisa kemana saja yang kamu, tapi ketahuilah bahwa Mafia II ini akan selalu terikat dalam misi – misi didalamnya. Disini, tidak akan ada pergantian siang-malam, saya ngomong “terikat” karna memang benar – benar terikat. Waktu seakan berhenti jika kamu tidak melakukan misi apapun.

Bisa dibilang, cerita yang kental akan menjadi yang paling ditonjolkan di game yang satu ini. Misinya ini sendiri dibagi menjadi 15 bab berbeda, yang tentu dengan jalan cerita yang berbeda setiap babnya. Tapi seperti yang sudah saya dijelaskan sebelumnya, cerita nya menarik sekali untuk diikuti, dan unsur cerita inilah yang menurut saya menjadi terbaik dalam game Mafia II ini.

Vito

Minum cola dulu biar segerr…

Saya memilih cerita menjadi unsur yang terbaik, karna saya tidak merasakan sesuatu yang “lebih” dalam perihal gameplay nya. Terlalu banyak hal yang hanya berfungsi hanya sebagai hiasan saja. Seperti air yang hanya sebagai hiasan, yang mana kamu tidak bisa berenang disini. Kereta yang berlalu lalang, lampu merah, yang hanya hiasan belaka. Ya, lampu merah disini tidak ada fungsi sama sekali, walaupun ada polisi didekat lampu merah, ketika menerobosnya, kamu tidak akan dihukum. Hanya saja, jika kamu melakukan kejahatan seperti membunuh secara membabi buta, ketahuan mencuri mobil, tentu akan dihukum.

Tapi hiasan tersebut sendiri, tertolong dengan gameplay lainnya, seperti disini kamu bisa menelpon, bisa ganti baju, bisa ngambil makanan dikulkas, bisa ganti plat nomor, bisa bayar denda polisi, bisa ke toko baju buat beli baju, bisa ke restoran untuk “minum” sampai mabuk, bisa isi bensin (hiasan), bisa membeli makanan, dan bisa ngoleksi majalah PLAYBOY. Walaupun terlihat remeh, tapi saya sendiri menyukai hal – hal detail yang dihadirkan seperti ini.

Vito

Lari dari kenyataan tanpa batas…

Ehem ehem...

Ehem ehem…

Tapi sayangnya hal detail tersebut, tidak dibarengi dengan unsur realistis. Seperti ketika kamu minum/makan, mulut mu tidak terbuka. Selain itu, disini kamu tidak bisa lompat secara bebas, dan juga disini kamu bisa lari terus menerus karna tidak ada stamina yang akan membatasi mu, dan darahmu bisa meregenasi sendiri tanpa perlu obat/kotak P3K, walaupun hal ini sudah biasa hadir disebuah game, tapi saya sendiri tidak menyukainya.

Overall, saya biasa saja terhadap gameplay nya, tidak ada sesuatu yang spesial didalamnya. Entah sang developer terlalu fokus dalam cerita sehingga lupa tidak mengembangkan gameplay lebih dalam atau memang sengaja membuat gameplay yang seperti ini.

Vito

Telpon gratis ke sesama operator..

By the way, berbicara soal tingkat kesulitan, ketika awal bermain saya langsung memilih tingkat kesulitan paling tinggi — Hard. Ada beberapa misi yang terus saya ulang, bisa dibilang tingkat kesulitan Hard ini, memang cukup sulit, tapi hanya untuk beberapa misi saja. Kebanyakan sih menurut saya tidak sulit. Disini kamu hanya perlu menemukan waktu yang pas untuk beraksi. Seperti ketika kamu bersembunyi di balik tembok, dan ada yang menembaki mu, kamu hanya perlu waktu yang pas untuk menembak orang tersebut. Gerakan AI akan terus diulang – ulang, jadi asal kamu tahu “rahasia” nya, maka kamu bisa melewati misi tersebut tanpa masalah. Saya sendiri berhasil menamatkan game ini dalam waktu sekitar 8 jam lebih.

Vitp

Jalan – jalan pakai mobil terbuka, mantap..

Kota Empire Bay..

Kota Empire Bay..

Grafis dan Sound

Game ini sudah dirilis sejak 2010 yang lalu, tapi saya sendiri baru memainkannya tahun 2016 ini. Tapi saya sendiri tidak menemukan masalah yang berarti dengan grafisnya. Saya rasa grafis sudah cukup bagus, tidak terlalu “kalah” dengan grafis game masa kini, ya walaupun memang masih bagusan grafis masa kini.

Yang saya suka dengan grafis Mafia II ini adalah desainnya yang menarik. Seperti desain mobil – mobil klasik, yang cocok sekali dengan game ini yang memang menerapkan setting jaman doloee.. Penggambaran suasana kota pun, terlihat klasik yang sangat menarik. Yang juga didukung dengan soundtrack/musik klasik yang sangat enak didengar.

Overall, soal grafis dan sound saya tidak ada komplain, keduanya saling mendukung satu sama lain. Dan saya suka itu…

Vito, Joe, Henry

So here is it…. Vito, Joe, and Henry..

Kesimpulan

Cerita dan grafis yang menarik, bisa dibilang menolong sekali gameplay nya yang “seadanya”. Tapi walaupun gameplay seperti itu, saya sendiri tetap menikmati game yang satu ini. Ya setidaknya, bisa membuat saya berniat untuk menabung untuk membeli sekuelnya — Mafia III.

Jika kamu gamer dengan tipe mengedepankan cerita sebagai unsur yang ingin kamu nikmati, maka disarankan kamu membeli dan memainkan game yang satu ini, tapi siap siaplah untuk kecewa dengan endingnya. Jika sebaliknya, jika kamu lebih mengedepankan gameplay, maka pilihlah game lain, seperti serial Grand Theft Auto.

Leave a Reply